Diarsipkan di bawah: BATUK PILEK
Batuk karena alergi
06/06/2005
Q : Dear Ibu Wati,
Sebelumnya terima kasih atas saran masukan dan penjelasan Ibu kpd saya mengenai batuk alergi anak saya. Sekarang usia anak saya 1 thn 6 bulan, dan mengenai batuk pileknya sampai sekarang masih ada tiap hari , kadang malam sebelum tidur, kadang pagi…tapi sudah tidak muntah.
Yang ingin saya tanyakan, pada usia sekarang ini kan seharusnya diberi imunisasi DPT, apa boleh di beri imunisasi pada saat kondisi alergi spt itu..
Karena batuk pileknya tidak bisa diramalkan ..kadang paginya tidak, malam nya baru batuk..Terus terang saya nggak tega melihat dia batukbatuk terus apalagi sudah hampir 3 bulan ini..walaupun anak nya sendiri masih suka bermain tidak rewel. Kalau disuruh menghindari, sudah dihindari tapi masih seperti itu.
Biasanya sampai berapa lama kondisi anak itu bisa menyesuaikan diri, shg dia tidak alergi lagi (kata ibu bertambah usia batuk akan berkurang).Sebelumnya terima kasih atas penjelasannya.
Iin
A : Dear IinWah senangnya berjumpa lagi di dunia virtual ini ya …Anakmu sudah 18 bulan … sudah waktunya imunisasi ulangan DPT, Polio (keV), dan HiB (MMR sudah kan?) dan nanti kalau ada dana … usia 2 tahun imunisasi tifus dan hepatitis A ya.
Anakmu kan tidak sakit … batuk alerginya pasti masih ada sesekali setiap hari tetapi tidak mengganggu dan tidak membahayakan bahkan membantu membersihkan jalan napasnya dari lendir yang diproduksi ketika anak alergi Iin … coba kamu browse di WHO atau IDAI atau CDC … disitu dikemukakan bahwasanya kondisi ringan batuk pilek, diare ringan … bukan halangan untuk memberikan imunisasi (ingat juga … program imunisasi hanya akan berhasil bila semua anak diimunisasi tepat waktu)
Anak tidak boleh diimunisasi kalau sedang sakit berat, sedang mengkonsumsi obat yang bisa menurunkan daya tahan tubuhnya (misalnya obat anti kanker, steroid jangka panjang) …
Nah segera imunisasi kan anakmu yaSoal batuk alerginya … yah … jakarta kan semakin polluted .. debu semakin banyak … dan penelitian membuktikan bahwa derajat polusi suatu kota berkaitan langsung dengan tingginya angka kejadian alergi dan asma… Tetapi nanti pada usia di atas 5 tahun … otomatis akan berangsur berkurang Ok semoga membantu ya In dan peluk gemas untuk anakmu wati
Bayi pilek
07/06/2005
Q : Dok,Anak saya Laki-laki 7 bulan berat 7,5 kg.Berat lahir 2,6 kg panjang 48 cm. Kenapa sering sekali kena flu ya dok. Pilek terutama. Kadang sebulan bisa 2 kali. Alhamdulillah makannya masih doyan. Dia memang tidak mendapat ASI eksklusif. Saya menyesal sekali dok.. dulu ilmu saya tentang manajemen laktasi sangat kurang. Tapi sampai sekarang saya masih berusaha memberinya ASI walo sedikit sekali.
Saya sampai kasihan liat dia minum obat terus.. Apa yang harus saya lakukan -sebelum saya ke dokter- kalo anak saya pilek lagi..Terimakasih Dokter..Umi Yufa
A : batuk-pilek, nyeri menelan, badan terasa tidak nyaman (pegal, nyeri). Umi tidak usah khawatir dan buru-buru memberi obat untuk si kecil (Umi juga kasihan kan, si kecil sering-sering minum obat). Yang harus kita lakukan adalah membuat anak merasa nyaman dan itu tidak harus selalu dengan obat, lho..
Hal sederhana yang bisa Umi lakukan di rumah bila anak flu:Berikan banyak cairan: air putih, jus buah (jangan yang dalam kemasan ya, Mi), sayur sup, susu, yoghurt, air teh cairan akan membuat anak merasa lebih nyaman, mengencerkan dahak bila anak batuk, dan membantu menurunkan suhu tubuh.Bila hidung tersumbat, bisa diberi tetes hidung yang mengandung air garam (NaCl 0,9%) atau anak dibiarkan menghirup uap air panas (air mendidih dituang ke dalam baskom dan biarkan anak menghirup uapnya)Bila demam, kompres anak dengan air hangat di ketiak dan lipat paha. Bisa juga dengan menyeka anak dengan air hangat, atau biarkan anak bermain di bak berisi air hangat (tapi jangan lama-lama ya, Mi.. cukup 15 menit, selama airnya masih hangat) ini bisa membantu penguapan panas tubuh anakmu.Kenakan baju yang sejuk pada anak (misalnya baju yang terbuat dari katun) agar anak merasa nyaman dan panas tubuhnya mudah keluar.Bila anak rewel dan gelisah, Umi boleh berikan obat penurun panas (yang paling aman adalah golongan parasetamol) untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada anak. Obat-obat penurun panas sebenarnya hanya menurunkan panas badan sebanyak 1-1,5 derajat Celsius. Bila si kecil masih lincah-lincah saja, mungkin lebih bijak kalau Umi tunda dulu pemberian obat panasnya.Sering-sering cuci tangan karena ternyata dari penelitian disimpulkan bahwa mencuci tangan dapat mengurangi resiko penularan penyakit. Misalnya, sebelum dan sesudah kamu memegang si kecil, kamu segera mencuci tangan. Mencuci tangannya juga harus benar, gunakan sabun cuci tangan cair, sela-sela jari juga harus dibersihkan, dan keringkan tangan dengan benar sesudah mencuci tanganBila ada anggota keluarga yang sakit, jangan lupa kenakan masker bila ingin bermain dengan si kecil untuk memperkecil resiko menularkan flu.
Umi harus lebih waspada dan berkonsultasi dengan dokter bila:Demam lebih 3 hariSi kecil tampak lemah dan tampak sangat sakit (sering tidur- sulit dibangunkan, tidak mau makan-minum/dehidrasi)Si kecil tampak sulit bernapas (frekuensi napas saat tidur lebih cepat – 60x/menit, bibir tampak pucat/biru)
Duh, panjang juga ya, Mi.. semoga jawabannya bisa membantu dan semoga si kecil tidak sering flu lagi.
Peluk cium sayang saya untuk si jagoan kecil
wati
Batuk lama sembuh
28/01/2005Q : Anak saya usia 4 tahun 9 bulan mengalami penyakit batuk (tidak ada reak, tidak sesak, dan tidak demam). Anak saya sudah berobat ke dokter bahkan telah di uap namun hingga kini, telah 1,5 bulan, batuk yang di derita anak saya belum sembuh? Saya dengar dari rekan-rekan ada batuk 100 hari. Pertanyaan saya : Penyakit apa yang diderita anak saya dan bagaimana mengobatinya? Apakah benar ada batuk 100 hari, sehingga anak saya akan sembuh sendiri setelah mengalami batuk selama 100 hari?
Terima kasihJati triono
A : Dear JatiThanks atas emailnyaKalau tidak ada demam mestinya kemungkinan batuk nya karena infeksi kecil ya … biasanya kalau batuknya hanya sesekali (umumnya pagi hari dan saat tidur malam) lalu anaknya tetap aktif pecicilan .. batuk itu adalah karena alergi.
Kalau kita lihat standar pelayanan medis untuk kondisi seperti anak mu ini … urutan yg teratas adalah hindari… hindari … dan hindari … artinya … hindari pencetus alerginya …
Obat baru menempati urutan kedua .. dan saya menduga .. anakmu perlu bronkodilator … obat untuk melebarkan saluran napasnya. Cara terbaik memberikan bronkodilator ini ya melalui terapi inhalasi apakah itu inhalasi melalui mesin yang disebut sebagai mesin nebulizer dimana obat diolah menjadi partikel-partikel halus sehingga bisa terhirup sampai saluran napas yang sangat kecil sekalipun .. atau bronkodilator inhaler seperti yg dipakai orang asma … yang disemprotkan melalui mulur dan dihirup masuk ke saluran napas… Sebetulnya kamu sudah benar meski istilah yang kamu pakai adalah terapi uap …
Lalu mengapa anakmu masih juga batuk? Mungkin terapi inhalasi nya belum memadai karena idealnya dilakukan 3 kali sehari selama beberapa hari berturut-turut
Kedua .. mungkin faktor pencetus alerginya masih ada di sekitar anakmu misalnya karpet, buku-buku, binatang berbulu, dll dll
Ketiga, mungkin anakmu perlu ditingkatkan asupan cairannya karena kalau kita kurang minum selain dahak menjadi pekat.. obat bronkodilatorpun tidak bisa bekerja dengan adekuat
Jadi menurut saya anakmu tidak menderita batuk rejan alias batuk seratus hari alias pertusis … karena kalau pertusis gejalanya hebat sekali … di lain pihak… anakmu kan sudah imunisasi DPT ya dimana P itu adalah pertusis Dan yang terakhir .. kalau batuknya hanya sesekali kamu tidak perlu cemas karena pada dasarnya batuk adalah mekanisme alamiah untuk membersihkan jalan napas kita.
Selain itu… kalau kita ada bakat alergi dan tinggal di Jakarta yang amat berdebu dan polusinya hebat … tentunya dapat dimenegrti bila dari waktu ke waktu kita terbatuk-batukOk semoga pertanyaanmu terjawab
wati
Batuk dan selesma kurun waktu lama
18/02/2005
Q : Sore Ibu PurnamawatiMelaui email ini saya ingin minta saran dan petunjuk dari ibu, tindakan apa yang harus saya tempuh terhadap penyakit batuk dan selesma anak saya yang sampai sekarang tidak sembuh sembuh.
Anak saya berumur 1 thn 4 bulan menderita sakit batuk berdahak dan selesma. Ini sudah dialaminya sekitar 20 hari, tapi tidak sembuh sembuh juga. Saya sudah ke dokter anak beberapa kali dan diberi obat batuk Merkotin dan obat selesma Nipe, tapi tetap tidak ada perubahan. Sabtu kemaren saya ke Dokter spesialis anak lagi (dokter yang berbeda).
Dari hasil pemeriksaaan dokter tsb berkesimpulan sementara anak saya menderita batuk kronik alergi, yang ditimbulkan dari makanan ringan / snack dan udara.Anak saya diberi obat batuk, puyer dan balsem, sekarang udah ada perubahan sedikit, batuknya kalo siang sekali sekali dan kalo malam biasanya kalo tidur minum susu kemudian pas dia batuk maka dia muntah dengan mengeluarkan susu yang sudah diminumnya.Karena batuk dan selesma nya belum pulih maka Dokter spasialis yang sekarang ini menyarankan supaya anak saya di rontgen untuk mengetahui apakah ada flek di paru-paru nya atau tidak.
Yang ingin saya tanyakan ke ibu apakah saran dokter tsb boleh saya buat dan apakah penyakit batuk dan selesma yang kurun waktu agak lama ini ( sekitar 20 hari ) akan berdampak buruk terhadap kondisi anak saya.
Saya mengharapkan sekali saran dan petunjuk ibu. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
Wassalam dari saya,Dewi – Pekanbaru
A : Kenapa saya tanyakan cuaca? Kalau menurut saya anakmu sangat mungkin alergi. Kalau batuk pilek dengan demam apalagi demamnya sangat tinggi, maka kemungkinannya influenza dan influenza ini disebabkan oleh virus, tidak ada obatnya karena yg bisa melawan virus hanyalah daya tahan tubuh kita sendiri. Batuk pilek tanpa demam kebanyakan sih karena alergi. Alergi terhadap apa? Sulit untuk mengetahuinya. Kebanyakan sih karena cuaca atau lingkungan. Biasanya batuk karena alergi lebih berat di malam hari dan menjelang pagi.
Kedua, banyak dahak (dan justru karena banyak dahak maka si anak harus batuk karena dengan batuk si dahak dikeluarkan dari sistem pernapasan keluar atau muntah atau tertelan… kesimpulannya … batuk justru merupakan mekanisme tubuh untuk membuang segala sesuatu yg menganggu jalan napas) Bagaimana menanganinya? Kalau alergi … tatalaksana nomor satu ya AVOIDANCE alias hindari… kedua … HINDARI .. ketiga HIndari …Tidak heran kan dikasih obat juga tidak sembuh-sembuh. Bagaimana cara penghindaran dan apa yg harus dihindari?Sulit kalau penyebabnya lingkungan apalagi kalau polusi dan banyak debu tetapi kamu tak usah takut… karena dengan bertambahnya usia biasanya akan membaik. Coba berikan banyak minum untuk mengencerkan dahaknya.
Kedua, kalau batuknya sangat mengganggu ya kamu berikan salbutamol sirup … konsultasi dengan ahli farmasi setempat ya nama dagang dan dosis.
Ketiga, supaya ingusnya encer dan keluar tdk menyumbat jalan napas, kamu beli NaCl 0.9% 20 ml berikan 3 kali 1 tetes di hidungnya. Jemur juga ya …
Keempat, jangan banyak buku, mainan berbulu, dan karpet di kamar anakmu. Terakhir… Saya kurang setuju dengan rencana ronsen tsb … coba kamu lakukan dulu yg di atas.
Foto ronsen biasanya karena dokternya memikirkan TBC (meski nanti pakai istilah FLEK PARU … SEBENARNYA PEMAKAIAN ISTILAH INI SANGAT KELIRU) Di lain pihak, TBC pada anak tidak bisa ditegakkan berdasarkan foto ronsen. Ok keep in touch dan kabari lagi saya ya. Wati
sumber : web sehat
No Comments Yet sejauh ini
Tinggalkan komentar
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
