Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak
Dikutip dari: Temu Ilmiah Tumbuh Kembang Jiwa Anak dan Remaja
(sumber: iqeq.web.id)
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak
1. Kesehatan
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.
2. Intelegensi
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.
3. Jenis kelamin
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.
4. Lingkungan
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.
5. Status sosial ekonomi
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.
Pengaruh bermain bagi perkembangan anak
- Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
- Bermain dapat digunakan sebagai terapi
- Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak
- Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak
- Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak
- Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak
Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak
A. Permainan Aktif
1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.
2. Drama
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.
3. Bermain musik
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.
4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.
5. Permainan olah raga
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.
B. Permainan Pasif
1. Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.
2. Mendengarkan radio
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
3. Menonton televisi
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
Mainan Untuk Anak 2 Tahun
Umur 2 tahun merupakan masa tarik-menarik bagi balita, antara kebutuhannya untuk mandiri (independen) dan keinginannya untuk tetap dibantu. Pada masa ini imajinasinya sudah mulai nampak. Dengan memberikan mainan yang tepat orang tua dapat membantunya untuk mengembangkan kemampuan fisik, emosi dan imajinasinya.
Berikut beberapa jenis mainan yang dapat dipilih untuk anak usia 2 tahun:
Sepeda
Anak seumuran 2 tahun masih senang bermain dengan sepeda sepedaan seperti trike (sepeda roda tiga) atau sepeda roda empat. Memainkan pedalnya (baik dikayuh sendiri ataupun di dorong) masih cukup mengasikkan bagi mereka.
Bola
Bola merupakan mainan kesukaan semua anak. Pada usia ini mereka mulai bisa menendang melempar bahkan menangkap bola. Kenalkan mereka permainan seperti sepakbola atau bolabasket dengan membuat miniaturnya dirumah.
Menggambar
Seiring dengan berkembangnya imajinasi, menggambar semakin menjadi favorit pada anak usia ini. Beberapa anak sudah bisa membuat bentuk geometri, menulis huruf dan angka. Pada usia ini mereka mulai kenal dengan warna dan bentuk, bantulah mereka untuk belajar menulis dan menggambar lebih baik dengan membuatkan dotted-letter dan kertas mewarnai.
Tabuhan
Anak anak mulai suka menyanyi, menari, tepuk tangan, berputar (layaknya balet) bahkan berteriak dengan iringan musik atau suara. Mereka akan bereksperimen dengan memukul semua benda yang ada disekitarnya, jadi jangan heran jika mereka suka memukul piring atau mangkok ketika makan. Lebih baik jika orang tua menyediakan miniatur band misalnya gitar, drum, suling, kencreng sambil mengenalkan mereka aneka alat musik.
Berdandan
Anak usia ini mulai suka gonta ganti baju. Apalagi mereke sudah bisa menjangkau pakaiannya di lemari. Atau mereka mulai pilih pilih pakaian sebelum memakainya. Ada kalanya mereka mempunyai baju favorit yang hanya boleh di pakai-cuci dan pakai lagi. Beberapa anak perempuan mulai suka ikutan ibunya didepan cermin, sambil menyakan untuk apa itu. Bahkan sekali kali meminjam alat rias untuk sekedar pengin merasakan.
Memasak
Beberapa anak perempuan mulai suka ikutan memasak bersama ibunya didapur. Sekedar menjadi penonton atau ikutan mengaduk aduk adonan kue. Bagi mereka, memasak merupakan permainan yang mengasikkan. Orang tua dapat menyediakan mainan memasak mini lengkap dengan kompor, panci, piring, gelas dan sendok agar mereka juga berimajinasi dengan dapur mereka sendiri.
Lego
Lego masih tetap mainan favorit anak. Dengan lego mereka bisa memainkan imajinasinya untuk membuat bis, mobil, rumah atau apapun yang mereka inginkan. Setelah jadi pun, mereka masih akan memainkannya lagi lengkap dengan efek suara yang ada.
Puzzle
Beberapa anak sudah bisa menyusun puzzle, meski hanya 4 atau 6 keping. Mulai belajar membuka botol berulir. Bahkan beberapa anak mulai penasaran bagaimana cara membalik kaosnya agar dia tidak salah sewaktu memakainya.(ir/wp)
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
ED-TOYS DUNIA MAINAN EDUKATIF
Siapa bilang membelikan mainan untuk si kecil itu gampang? Harga mahal bukan jaminan. Bahkan toko mainan yang besar pun belum tentu mampu memenuhi kebutuhan Anda. Nah, Ed-toys menawarkan alternatif mainan edukatif yang aman sekaligus bermanfaat.
|
Seringkali orang tua bingung memilihkan mainan untuk buah hatinya. Mau yang ini sudah punya, mau yang itu harganya terlalu mahal, padahal belum tentu bermanfaat. Ujung-ujungnya, mobil-mobilan lagi atau boneka lagi. Daripada Anda membelikan mainan yang itu-itu saja, kenapa tidak coba mengunjungi Ed-toys? Ed-toys menjual koleksi mainan yang semuanya bersifat edukatif atau dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak. “Pokoknya tidak ada mainan yang tinggal pasang batere terus jalan sendiri,” kata Iis Herlina dari Ed-toys. Awalnya, di tahun 1999 Ed-toys adalah distributor sebuah merek mainan edukatif dari Belanda. Karena animo masyarakat di sini cukup bagus, distributor ini kemudian berkembang dengan membuka toko mainan edukatif sendiri. Di awal berdirinya, bisa dibilang tidak ada saingan sama sekali, sehingga bisa dibilang Ed-toys merupakan pelopor toko mainan edukatif di Jakarta. Sebelum krisis ekonomi melanda Indonesia, harga mainan impor dari Eropa masih terjangkau pembeli. Namun sekarang harga jualnya menjadi sangat tinggi dengan konsumen yang kian terbatas. Untuk menyiasatinya, Ed-toys menyediakan beragam mainan edukatif dengan harga miring karena diimpor dari negara lain, seperti Cina dan Taiwan. “Tapi saya pastikan semua produknya aman untuk anak-anak selama digunakan sesuai dengan fungsinya,” janji Iis. BIKIN RUMAH SENDIRI Di sini, beragam mainan ditawarkan dari harga ribuan hingga ratusan ribu rupiah. Pilihannya antara lain lilin (clay) yang bisa dibentuk sedemikian rupa dengan aroma dan warna yang menarik lengkap dengan cetakannya seharga Rp4.900, manik-manik plastik yang bisa disusun menjadi sebuah gambar (semacam kristik) seharga Rp70.000, mainan blok dari Eropa dengan kualitas bagus seharga Rp75.000, face painting dengan aneka aksesori pelengkapnya, cat untuk rambut yang bisa hilang dengan sekali cuci, sampai pasel dan permainan strategi yang terbuat dari kayu. Ada satu jenis mainan yang hanya tersedia di sini dan tidak dapat ditemukan di toko lain. Mainan tersebut diberi nama Brix yang menawarkan proses edukatif dimana anak diminta membuat rumah, benteng, pom bensin dan sebagainya dengan cara membangunnya sendiri. Tak tanggung-tanggung, mainan ini mengharuskan anak membuat bangunan mulai dari mencetak bata dan gentengnya sendiri serta perlengkapan lainnya! Sementara bahan untuk membuat bata dan genteng itu terbuat dari semacam “tepung” yang aman untuk anak-anak. Cetakannya pun tersedia lengkap. Masing-masing komponen bisa dibeli secara terpisah atau dibeli langsung satu set lengkap dengan gambar rancangan desainnya sekitar Rp400.000-an. Yang pasti, semua mainan yang ditawarkan dijamin aman untuk anak-anak. “Quality control kita ketat. Bahan yang digunakan harus benar-benar terjamin dan tidak berbahaya,” kata Iis. Bukan cuma itu. Staf Ed-toys dengan senang hati akan membantu memilihkan mainan yang sesuai dengan usia si anak yang akan dibelikan mainan. “Mainan untuk anak usia 0 tahun sampai belasan tahun pun tersedia. Tak perlu bingung apakah mainan yang dipilih sesuai dengan usia anak atau tidak karena kami siap membantu,” janjinya pula. Dengan begitu, urusan mencari kado untuk para ponakan atau teman-teman si kecil jadi sedemikian mudah sebab semua mainan yang tersedia di sini bisa menjadi kado bermanfaat. Kertas kado dan kartu ucapan juga tersedia dengan beragam pilihan. Mainan bisa langsung dibungkus dengan rapi tanpa tambahan biaya. Belum lagi suasana toko yang nyaman yang membuat betah pengunjung. Sementara penataan beragam mainan yang begitu rapi di rak yang mudah dilihat dan dikelompokkan berdasarkan jenisnya jelas akan sangat membantu. Sedangkan mainan rancang bangun semacam Brix ternyata tidak hanya digemari oleh anak-anak, namun orang dewasa pun ikut terpikat. “Banyak lo bapak-bapak yang awalnya cuma mengantar anaknya membeli mainan di sini, lama-lama jadi ingin membuat bangunan-bangunan lain setelah mencoba membuat bangunan sendiri.” Nah, Anda berminat? Marfuah Panji Astuti. Foto: Ferdi/nakita Ed-toys Plaza Kemang 88 Lt. 2 Jl. Kemang Raya No. 88 Jakarta Selatan Telp. (021) 719 3387 Buka setiap hari dari jam 09.00-21.00 WIB Menerima pembayaran dengan kartu kredit |
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
US Tarik Hampir Sejuta Mainan Cina Karena Mengandung Timbal
Penulis: Nurul Qomariyah – detikcom
Washington, Produsen mainan Amerika Serikat (AS), Fisher-Price menarik
hampir satu juta mainannya yang diimpor dari Cina, menyusul kekhawatiran
tingginya kandungan timbal dalam cat untuk mainan tersebut.
Seperti dikutip dari AFP, Fisher-Price menyatakan telah menarik 967.000 item mainan yang diimpor dari Cina.
“Cat di beberapa produk tersebut dapat mengandung Timbal melebihi batas
yang diperbolehkan,” ujar pengumuman dari Fisher-Price.
Dari ratusan ribu mainan itu, termasuk didalamnya adalah mainan Sesame
Street, Dora the Explorer yang dijual di toko-toko AS selama periode Mei
hingga Agustus 2007.
Penarikan itu meliputi 80 item termasuk playsets, mobil-mobilan, alat
musik dan gambar, yang semuanya berhubungan dengan tokoh kartun
Nickelodeon.
Fisher-Price, yang merupakan anak usaha dari Mattel Inc mengatakan,
mainan-mainan itu dipasok oleh sebuah perusahaan Cina melalui kontrak
tunggal. Sayangnya tidak disebutkan nama perusahaan Cina itu.
“Kami meminta maaf kepada semua orang yang terkena dampak akibat penarikan
itu, terutama yang telah membeli mainan itu,” ujar Chairman dan CEO
Mattel, Robert A. Eckert.
Insiden penarikan barang impor dari Cina ini bukan untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, importir mainan Cina, RC2 Corp juga menarik 1,5 juta mainan
kayu “Thomas the Train” menyusul dugaan tingginya kandungan timbal dalam
catnya.
Kandungan timbal itu berbahaya bagi anak-anak karena bisa menyebabkan
kelainan otak dan darah.
Produk-produk dari Cina lainnya yang juga ditarik oleh AS adalah makanan
bayi dan pasta gigi. Penarikan itu dilakukan setelah ribuan binatang AS
mati akibat keracunan makanan yang diimpor dari Cina.
Rangkaian insiden itu merupakan dampak dari kurangnya kontrol dari
otoritas yang berwenang di Cina.
Di Indonesia, baru-baru ini juga ditemukan adanya makanan dari Cina yang
mengandung bahan berbahaya formalin.
Url: www.detik.com
80 persen Mainan dari Cina di RI Mengandung Racun & Logam Berat
Penulis: Arin Widiyanti – detikcom
www.detik.com
Jakarta, Anak-anak Anda memiliki mainan dari Cina? Waspadalah. Hampir 80%
mainan-mainan dari Cina itu ternyata mengandung racun dan timbal.
Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisonal Indonesia (APMETI)
menemukan mainan Cina yang beredar di Indonesia 80 persen mengandung heavy
metal dan racun.
Mainan-mainan dari Cina yang beredar ciri-cirinya adalah sebagian besar
terbuat dari plastik seperti bola, mobil-mobilan dan boneka dan umumnya
harganya lebih murah 50 persen dan beratnya lebih enteng dari produk buatan
lokal.
Demikian dikatakan Ketua APMETI Dhanang Sasongko saat dihubungi
detikFinance, Jakarta, Kamis (2/7/2007).
“Mainan tersebut mulai beredar diIndonesia sejak krisis moneter, ketika para
orangtua mulai mencari mainan murah. Padahal mainan itu sangat berbahaya
kalau terkena suhu panas langsung mengurai,” ujar Dhanang.
Dampak dari penguraian itu, menurutnya, tidak langsung terlihat tapi apabila
anak memainkan dalam waktu lama bisa autis, sakit pernafasan, asma dan lemah
konsentrasi karena anak sering menghirup racun seperti timbal.
Dhanang menambahkan mainan Cina yang masuk awalnya ke jenis mainan umum kini
sudah merambah ke mainan edukasi. Padahal mainan Cina tidak mempertimbangkan
kualitas dan presisi hanya berpikir bentuk yang lucu atau warna yang meriah.
“Mudah saja mencarinya di Pasar mainan Prumpung dan pasar pagi sebagian
besar itu mainan dari Cina, meski berbahaya mudah diperjualbelikan,-”
keluhnya.
Sebelumnya, Produsen mainan Amerika Serikat (AS), Fisher-Price menarik
hampir satu juta mainannya yang dibuat oleh Cina, menyusul kekhawatiran
tingginya kandungan timbal dalam cat untuk mainan tersebut.
Insiden penarikan barang impor dari Cina ini bukan untuk pertama kalinya.
Sebelumnya, importir mainan Cina, RC2 Corp juga menarik 1,5 juta mainan kayu
“Thomas the Train” menyusul dugaan tingginya kandungan timbal dalam catnya.
Kandungan timbal itu berbahaya bagi anak-anak karena bisa menyebabkan
kelainan otak dan darah.
Produk-produk dari Cina lainnya yang juga ditarik oleh AS adalam makanan
bayi dan pasta gigi. Penarikan itu dilakukan setelah ribuan binatang AS mati
akibat keracunan makanan yang diimpor dari Cina.
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
PILIH MAINAN EDUKATIF AGAR SI KECIL TEKUN
Disebut mainan edukatif karena dapat merangsang daya pikir anak. Termasuk di antaranya meningkatkan kemampuan berkonsentrasi dan memecahkan masalah. Tapi ngomong-ngomong, bagaimana membedakan mainan jenis ini dari mainan lainnya? Simaklah jawaban-jawaban tentang mainan edukatif yang disampaikan Dra. Mayke S. Tedjasaputra, M.Si., psikolog perkembangan dari Fakultas Psikologi UI, yang juga terapis bermain.
|
APA YANG MASUK KATEGORI MAINAN EDUKATIF? * Diperuntukkan bagi anak balita Yakni mainan yang memang sengaja dibuat untuk merangsang berbagai kemampuan dasar pada balita. * Multifungsi Dari satu mainan bisa didapat berbagai variasi mainan sehingga stimulasi yang didapat anak juga lebih beragam. * Melatih problem solving Dalam memainkannya anak diminta untuk melakukan problem solving. Dalam permainan pasel misalnya, anak diminta untuk menyusun potongan-potongannya menjadi utuh. * Melatih konsep-konsep dasar Lewat permainan ini, anak dilatih untuk mengembangkan kemampuan dasarnya seperti mengenal bentuk, warna, besaran, juga melatih motorik halus. * Melatih ketelitian dan ketekunan Dengan mainan edukatif, anak tak hanya sekadar menikmati tetapi juga dituntut untuk teliti dan tekun ketika mengerjakannya. * Merangsang kreativitas Permainan ini mengajak anak untuk selalu kreatif lewat berbagai variasi mainan yang dilakukan. Bila sejak kecil anak terbiasa untuk menghasilkan karya, lewat permainan rancang bangun misalnya, kelak dia akan lebih berinovasi untuk menciptakan suatu karya, tidak hanya mengekor saja. APA SAJA MANFAATNYA? * Melatih kemampuan motorik Stimulasi untuk motorik halus diperoleh saat anak menjumput mainannya, meraba, memegang dengan kelima jarinya, dan sebagainya. Sedangkan rangsangan motorik kasar didapat anak saat menggerak-gerakkan mainannya, melempar, mengangkat, dan sebagainya. * Melatih konsentrasi Mainan edukatif dirancang untuk menggali kemampuan anak, termasuk kemampuannya dalam berkonsentrasi. Saat menyusun pasel, katakanlah, anak dituntut untuk fokus pada gambar atau bentuk yang ada di depannya — ia tidak berlari-larian atau melakukan aktivitas fisik lain sehingga konsentrasinya bisa lebih tergali. Tanpa konsentrasi, bisa jadi hasilnya tidak memuaskan. * Mengenalkan konsep sebab akibat Contohnya, dengan memasukkan benda kecil ke dalam benda yang besar anak akan memahami bahwa benda yang lebih kecil bisa dimuat dalam benda yang lebih besar. Sedangkan benda yang lebih besar tidak bisa masuk ke dalam benda yang lebih kecil. Ini adalah pemahaman konsep sebab akibat yang sangat mendasar. * Melatih bahasa dan wawasan Permainan edukatif sangat baik bila dibarengi dengan penuturan cerita. Hal ini akan memberikan manfaat tambahan buat anak, yakni meningkatkan kemampuan berbahasa juga keluasan wawasannya. * Mengenalkan warna dan bentuk Dari mainan edukatif, anak dapat mengenal ragam/variasi bentuk dan warna. Ada benda berbentuk kotak, segiempat, bulat dengan berbagai warna; biru, merah, hijau, dan lainnya. KAPAN ANAK DIAJAK MELAKUKAN PERMAINAN EDUKATIF? Meski memiliki manfaat melimpah, bukan berarti anak bisa dijejali dengan mainan edukatif terus-menerus. Mainan edukatif hanya salah satu faktor pendukung perkembangan otak anak agar lebih maksimal. Jadi tak perlu memaksa atau memorsir anak untuk melakukan permainan edukatif setiap saat. Selain mainan edukatif, anak juga perlu dikenalkan dengan mainan pada umumnya, seperti boneka, mobil-mobilan, dan mainan-mainan yang tidak untuk dibongkar pasang lainnya. Walau tidak termasuk mainan edukatif, tapi mainan-mainan seperti itu tetap dapat menyumbangkan manfaat edukasi pada si kecil. Dengan konsep multiple intelligence edukasi bisa mencakup berbagai hal. Tidak selalu mengarah pada konsep-konsep dasar. Misalnya begini, saat si kecil asyik bermain boneka, sebenarnya ia dilatih untuk melakukan interaksi dengan orang lain melalui boneka tersebut. Bagaimana dia harus “memperlakukan” si boneka dengan kasih sayang; disuapi, ditimang, disusui, dan tidak dibanting atau dinjak-injak. Motorik halus dan kasar si kecil juga tetap dapat terstimulasi secara tak langsung saat ia memakaikan baju pada bonekanya. Anak juga dapat mengenal warna serta peran sosial sebagai ibu, kakak, dan sebagainya. KAPAN MAINAN EDUKATIF MULAI DIKENALKAN? Tentu sedini mungkin. Sejak usia batita, sodori anak dengan berbagai jenis permainan baik dengan mainan edukatif ataupun bukan. Sekadar mengingatkan saja, perkembangan otak anak di usia ini masuk dalam fase emas (the golden age) atau otak si kecil sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Karena itulah, stimulasi amat diperlukan. Semakin banyak stimulasi maka koneksi antarsarafnya semakin banyak terhubung. Anak yang sudah akrab dengan mainan edukatif sejak dini, perkembangan kecerdasannya akan terlihat lebih maksimal. Ia lebih mampu berkonsentrasi, kreatif, serta tekun. Sementara yang tidak, biasanya akan lebih tertinggal dalam masalah intelektual. Anak-anak yang tidak diperkenalkan dengan mainan edukatif akan lebih sulit untuk belajar mengenai bentuk dan warna. Mereka juga tidak terbiasa untuk duduk tenang serta tekun. Hal ini dapat membuat anak menjadi sulit diarahkan untuk berkonsentrasi menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan nantinya. “Banyak kasus yang saya tangani, anak-anak yang sering bermain fisik dan terlalu sering menonton teve, di usia sekolahnya kurang bisa berkonsentrasi, kurang telaten, tidak tekun, dan mudah menyerah, karena mereka tidak terbiasa untuk duduk tenang dan tekun.” BAGAIMANA MENGOPTIMALKAN MANFAATNYA? Sebelum menyodorkan satu mainan edukatif pada si kecil, contohkan dahulu bagaimana cara memainkannya. Asal tahu saja, mainan edukatif berbeda dari mainan pada umumnya yang lebih mudah dipahami anak. Mobil-mobilan, contohnya, hanya tinggal digeser-geser, didorong atau ditarik, mungkin si kecil sudah bisa asyik memainkannya. Namun, pada mainan edukatif dibutuhkan cara tertentu untuk bisa mendapatkan asyiknya. Pasel misalnya harus disusun dan disesuaikan keping-kepingnya. Untuk itulah perlu ada arahan dari orang dewasa. Demikian pula dengan permainan palu yang kelihatannya simpel bagi orang dewasa tapi belum tentu bagi si kecil. Perlu penjelasan lebih dulu mengenai cara memalu untuk memasang “paku” dan mencopotnya kembali. Beberapa anak mungkin saja dapat bermain tanpa perlu pengarahan terlebih dulu. Tapi jangan lupa, kemampuan setiap anak berbeda-beda. Ada yang cepat memahami kesalahannya dan cepat menganalisa, tetapi ada juga yang biasa-bisa saja, bahkan lambat. Bila si kecil termasuk lambat dan tidak mendapat pengarahan, maka bisa-bisa mainan edukatif tersebut hanya akan dibuangnya karena dianggap tidak menarik. Satu hal penting, saat mengarahkan anak, jangan mengharuskan ia melakukan persis sama seperti yang sudah kita contohkan. Berikan kebebasan padanya untuk melakukan sesuai dengan keinginannya. Contoh, saat kita membangun rumah-rumahan dari mainan balok, biarkan ia membuat mobil-mobilan dari mainan yang sama. CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 1 TAHUN: · Permainan memasukkan benda ke dalam wadah atau menumpuk benda (seperti gelas plastik air mineral), sangat cocok bagi anak satu tahunan. · Setelah itu si kecil bisa ditawari mainan single puzzle, yaitu mainan yang pada penutupnya diberi lubang-lubang berbentuk geometris, seperti segitiga, segiempat dan lingkaran. Lalu si kecil diminta memasukkan benda-benda yang sesuai pada lubangnya. Namun, kita belum bisa menuntutnya untuk memasukkan setiap bentuk sampai selesai, melainkan harus satu per satu. Berikan ia bentuk segitiga dulu lalu arahkan tangannya untuk memasukkan ke lubang yang berbentuk sama dengan arah yang tepat, misalnya. Ajak si kecil untuk melakukan tuang-menuang air dari wadah yang lebih kecil ke wadah yang lebih besar. Dengan begitu anak tahu bahwa air dari wadah yang lebih kecil bisa tertampung dalam wadah yang lebih besar. Permainan serupa dengan menunjukkan bahwa benda yang lebih kecil bisa masuk ke dalam wadah yang lebih besar juga bisa dilakukan. CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2 TAHUN: Pasel berbentuk rumah-rumahan, buah atau binatang dengan 2-3 pecahan. Untuk menyusun pasel tersebut tentu dibutuhkan keterampilan sehingga anak akan dirangsang untuk mengembangkan kemampuannya. CONTOH PERMAINAN UNTUK ANAK 2,5-3 TAHUN: · Bila sebelumnya pasel yang diberikan hanya terdiri atas beberapa keping saja, kini tingkatkan dengan pasel yang memiliki lebih banyak keping. · Permainan rancang bangun juga sudah bisa diberikan untuk merangsang koordinasi motoriknya. Anak sudah bisa membuat susunan bangunan ke atas sambil mengimajinasikan bentuk apa yang sedang dibuatnya meskipun masih belum terbentuk jelas. Ketika anak mampu bermain rancang bangun, pujilah apa yang sudah dihasilkannya. Meskipun bentuknya hanya berupa susunan balok yang tidak beraturan, kita tetap harus memberikan apresiasi agar anak merasa dihargai. Hindari sikap mencemooh yang akan memerosotkan motivasinya dalam berkreasi. APA YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MEMBELI? Membeli mainan edukatif memang perlu selektif. Kita harus menyesuaikan dengan usia anak dan kemampuan yang dimilikinya. Berikut panduannya: MAINAN ANAK 1 TAHUN: Di usia batita awal anak belum memiliki kemampuan motorik yang baik. Jadi kemampuan dasar inilah yang perlu dilatih. Namun permainan untuknya haruslah sederhana dan tidak terlalu menyita waktu. Selalu dampingi si kecil saat bermain. MAINAN ANAK 2 TAHUN: Derajat kesulitan mainan edukatif untuk anak usia dua tahun sudah harus lebih tinggi ketimbang anak satu tahun. Bila sebelumnya yang diberikan adalah single puzzle, maka di usia ini anak bisa diajak bermain pasel dengan bentuk yang lebih kompleks. MAINAN ANAK 2,5 3 TAHUN: Permainan edukatif yang kita berikan harus lebih tinggi lagi tingkat kerumitannya. Di usia ini anak perlu belajar mengorganisasi bagian-bagian yang terpisah menjadi satu kembali, anak juga dituntut untuk mulai belajar tekun menggunakan berbagai kemampuannya untuk menyelesaikan masalah. APAKAH HARGA MAINAN EDUKATIF PASTI TERJANGKAU? Tentu saja. Mainan edukatif tak mesti didapat dengan harga selangit. Kita bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekeliling rumah sebagai sarana permainan edukatif. Misalnya, gelas plastik bisa digunakan si kecil untuk ditumpuk-tumpuk. Ini merupakan permainan yang mengasyikkan baginya. Gelas-gelas plastik tersebut juga bisa dimasukkan ke dalam wadah yang lebih besar, seperti dus bekas. Aktivitas mandi juga bisa dimanfaatkan sebagai permainan edukatif. Biarkan si kecil memasukkan air ke dalam ember dengan menggunakan ciduk. Semua itu akan melatih berbagai kemampuan dasar anak. Irfan Hasuki. Foto: Iman/nakita |
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
Permainan Ayah dan Anak yang Melatih Motorik
Sejumlah permainan tertentu lebih sering dilakukan bersama ayah. Permainan tersebut juga bisa jadi sarana untuk melatih motorik anak. Antara lain:
- Main Bola
Tujuan : Melatih gerak motorik kasar dan halus.
Cara : Untuk motorik kasarnya, dorong si kecil menendang bola, berlari mengejar bola dan melompat. Untuk motorik halus, ajak anak menangkap dan melempar bola. Ukuran bola dapat disesuaikan dengan usianya, misalnya, bola kecil untuk anak usia 6 bulan – 5 tahun. - Main pesawat-pesawatan
Tujuan : Melatih indra perabaan bayi, kekuatan tubuh bagian atas dan kepercayaan diri.
Cara : Peluk anak di bagian dada dan pinggangnya dalam posisi tengkurap, dengan salah satu tangan Anda. Gunakan tangan yang lain untuk menyangga tubuhnya. Jaga agar badannya dekat dengan badan Anda. Ayun secara perlahan dengan gerakan maju mundur. Sambil mengayun, tirukan bunyi pesawat yang sedang mengudara. Dijamin si kecil akan tertawa senang! Bisa dilakukan dengan anak di atas 1 tahun. - Main ayun mengayun
Tujuan : Membuat anak gembira, merangsang keseimbangan, dan pendengaran.
Cara : Peganglah bayi di kedua ketiaknya, sehingga tangan bayi bebas bergerak. Ayun-ayun pelan melayang rendah ke kanan ke kiri sambil bernyanyi-nyanyi. Si kecil pasti tertawa-tawa senang. Nah, sekali waktu anak lebih tinggi sedikit lalu ke bawah, ini dapat mengejutkan anak sekaligus lebih menggembirakannya. Lakukan hati-hati, jangan terlalu mengejutkan atau terlalu sering memberi kejutan.
Dilakukan dengan anak usia 6 bulan – 2 tahun - Main Musik
Tujuan : Melatih motorik halus, pendengaran (mengenal bunyi) dan kemampuan musikal.
Cara : Ambil sebuah alat musik khusus anak, misalnya piano mainan, belira atau drum mainan. Dorong anak untuk memencet tuts piano, memegang tongkat belira atau tongkat drum. Biarkan ia menemukan ‘nada’ sendiri. Bila ia mulai bosan, Anda dapat memainkan lagu sederhana dari alat musik tersebut, misalnya lagu ‘Lihat Kebunku’, atau ‘Pelangi’. Setelah ia tertarik, tunjukan padanya cara memainkan alat itu dengan benar.
Bisa dilakukan dengan anak 6 bulan – 5 tahun lebih - Mainan Stimulasi
Tujuan: Merangsang kepekaan indera, dan melatih anak mengenali perbedaan bentuk, warna, dan bunyi
Permainan ini melibatkan benda-benda mainan. Di antaranya mainan yang bertombol atau tidak tapi bisa mengeluarkan bunyi. Mainan warna-warni, atau berlobang-lobang untuk tempat keluar masuk benda, atau mainan berbagai bentuk. - Main tanpa Alat
Main tanpa alat seperti bermain pendekar-pendekaran, bergulat, lomba lari, bisa dilakukan dengan balita. Permainan ini juga meningkatkan koordinasi motorik, keseimbangan, dan fungsi otak.
Bersama Ayah Tingkatkan Fungsi Otak
Banyak kegiatan yang bisa dilakukan ayah untuk meningkatkan fungsi otak si kecil. Di antaranya:
* Membaca bersama
Ayah biasanya suka membaca koran. Libatkan anak saat membaca. Jelaskan gambar-gamabar di koran, baca headline atau berita-berita yang bisa di mengerti anak, dsb., akan merangsang daya pikir anak untuk lebih kritis.
* Melibatkan Anak dalam Kegiatan Ayah
Ayah mungkin senang mengotak-atik mesin mobil, memperbaiki benda-benda yang rusak, atau sekadar mencuci mobil. Melibatkan anak dalam kegiatan tersebut mendekatkan anak-ayah secara emosional. Meski kegiatan tersebut khas ayah, namun Anda juga bisa mengajak si upik.
* Jalan-jalan di Hari Cerah
Manfaatkan hari libur untuk berjalan-jalan pagi. Banyak hal yang bisa ditemui anak dan merangsang rasa ingin tahunya. Misal, bagaimana burung bernyanyi di pagi hari. Bagaimana bunga bermekaran dan harum baunya. Mengapa banyak orang berolahraga di hari Minggu, dsb.
* Sesekali, Ajaklah Melihat Pekerjaan Ayah
Anak selalu tahu kapan ayah pergi untuk bekerja, kapan pulang, dan apa pekerjaannya. Tapi tahu persiskah anak apa yang dilakukan ayah saat bekerja? Mengajak dan memperlihatkan pekerjaan pada anak memperkaya daya pikirnya seperti, mengetahui mengapa ayahnya bekerja, untuk apa, dan bagaimana ia bekerja.
Bagaimana Sih Caranya?
Sebagai ayah, tentu saja Anda ingin melakukan segalanya untuk mengasuh si kecil. Tetapi saat si kecil masih tergantung dengan ibunya, tentu saja Anda bingung untuk memulainya darimana. Tetapi, jangan khawatir, dengan tekad dan rasa cinta yang dalam, Anda pasti bisa melakukannya. Tips dibawah ini dapat Anda jadikan tolak ukur untuk memulainya:
- Cari pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sesekali membaca buku panduan pengasuhan anak, buku tentang psikologi anak atau buku-buku yang berisikan informasi tentang tumbuh kembang si kecil adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Bahkan, sesekali mengikuti seminar atau kelas tentang bagaimana cara mengasuh bayi bukanlah hal yang tabu dilakukan.
- Temani istri Anda saat ia mengikuti kelas senam hamil atau pelatihan di klinik laktasi. Hal ini membuat Anda lebih memahami mengapa ikatan emosional antara ibu dan bayi sangat kuat. Ini akan meringankan perasaan Anda saat istri Anda tiba-tiba menomerduakan Anda.
- Bila Istri Anda menyusui ASI, jadilah partner yang baik . Caranya, tawarkan bantuan untuk menyendawakan bayi saat ia selesai menyusu. Bahkan bila ia terbangun pada malam hari, temani dia. Ini membuat ikatan batin antara Anda dan si kecil semakin kuat.
- Dekatkan diri dengan si kecil sesering mungkin.Tidak ada kursus untuk menjadi Ibu atau Ayah yang baik. Untuk mengasuh si kecil dengan baik yang dibutuhkan adalah insting dan menghadapinya kenyataan. Untuk itu, jangan takut bila Anda tidak tahu cara mengendong bayi atau menemani si kecil bermain. Dengan sering melakukannya Anda pasti bisa.
Jangan pedulikan komentar istri atau orang lain tentang cara Anda mengasuh anak. Beberapa Ayah kadang-kadang menjadi putus asa mengasuh si kecil karena sering ‘dicela’. Ingat, Anda bukan istri atau mertua, mungkin saja, cara Anda malah membuat si kecil lebih dekat pada Ayahnya dibanding pada Ibu.
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
Bermain merupakan dunia anak dan cara mereka mempelajari dunia yang merupakan hak setiap anak tanpa batas usia karena bermain mempunyai banyak manfaat dan nilai positif. Sementara kemajuan teknologi membuat permainan tradisional tersingkir dengan permainan elektronik yang antara lain berupa mobil remote, video games, dan permainan komputer.
Saat ini jarang terlihat permainan tradisional dimainkan oleh anak-anak terutama di kota besar. Memang banyak kendala yang dihadapi dalam memainkan permainan ini, di antaranya lahan tempat bermain menghilang, sifat individualistis yang semakin berkembang di masyarakat kota.
Sebenarnya banyak yang dapat dipetik dari permainan tradisional. Selain alat-alatnya mudah diperoleh, dan memungkinkan anak-anak untuk membuat dan mengkreasikan alat permainan dengan bahan-bahan yang dapat ditemukan di sekitar mereka.
Seperti biji congklak yang umumnya dari kerang dapat digantikan dengan biji-bijian; papan congklak tidak harus menggunakan papan kayu berlubang tetapi dapat digantikan dengan melubangi tanah sehingga menyerupai bentuk papan congklak. Atau untuk permainan dampu saat ini dapat dilakukan di rumah menggunakan kotak-kotak lantai yang ada atau kotak gabus debagai pengganti lapangan.
Sisi positif lain yang dimiliki permainan tradisional antara lain:
- Membantu anak mengembangkan kemampuan interaksi dan berkomunikasi dengan baik, karena anak harus menyampaikan idenya, bernegosiasi, mengungkapkan emosinya secara tepat.
- Mengembangkan kepandaian sosial dan menanamkan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat setempat
- Belajar untuk mematuhi peraturan yang ada karena termotivasi oleh pengakuan bersikap sportif oleh anak lain.
DAMPU
Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak usia sekolah baik laki-laki maupun perempuan. Main dampu tidak membutuhkan peralatan yang harus dibeli, cukup dimainkan di tanah lapang dengan membuat petak-petak di permukaan tanah sesuai dengan bentuk yang disepakati baik menggunakan kapur atau pecahan genting atau apapun.
Alat lain yang digunakan adalah benda pipih seperti batu, pecahan genting, tutup botol yang digepengkan dan lain-lain sebagai biji. Inti permainannya adalah melempar batu pipih ke dalam kotak dengan tidak boleh keluar atau mengenai garis batas kotak, lalu melompat-lompat dengan satu kaki dalam kotak yang tidak berbatu tanpa boleh menginjak garis dan batu peserta lain. Setelah berputar anak harus mengambil batu dengan tetap bertumpu pada satu kaki lalu melompat kembali sampai ke garis awal.
Manfaat :
- Melatih keseimbangan tubuh.
- Melatih kemampuan reka visual.
- Meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak).
- Meningkatkan kemampuan diferensiasi tekstur berdasarkan indera perabaan.
LOMPAT TALI
Sesuai namanya inti permainan ini adalah melompat tali. Tetapi tentu tidak semudah namanya, permainan ini mempunyai berbagai tingkat kesulitan; dari melompati tali yang rendah sampai setinggi tangan. Selain itu kesulitan juga bertingkat dari melompati tali yang diam sampai tali yang berputar. Alat yang digunakan sangatlah sederhana, hanya karet gelang yang dijalin menjadi panjang.
Manfaat :
- Melatih kemampuan visual motor.
- Meningkatkan kemampuan motor planning (perencanaan gerak).
- Meningkatkan konsentrasi.
- Meningkatkan kemampuan gerak fisik melompat, yang bermanfaat untuk kekuatan tubuh dan juga keterampilan dalam olahraga.
- Melatih kekuatan kontrol mata.
GALASIN
Permainan ini memiliki banyak nama lain diantaranya : gobak sodor, main galah, main adang-adangan, dll. Inti dari permainan galasin ini adalah menghadang pihak lawan jangan sampai berhasil melewati garis dan jangan sampai dapat kembali ke garis awal.
Manfaat :
- Meningkatkan kemampuan fisik.
- Melatih kemampuan membaca gerak tubuh/gesture.
- Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kemampuan menyusun strategi lebih baik
PETAK JONGKOK
Petak jongkok merupakan permainan yang masih banyak terlihat dimainkan di daerah- daerah perumahan oleh anak-anak yang tidak membutuhkan alat dan dapat dimainkan kapan saja dan dimana saja. Pada intinya permainan petak jongkok adalah main kejar-kejaran dimana agar agar tidak tertangkap oleh “penjaga” anak harus jongkok.
Manfaat :
- Meningkatkan kemampuan motorik kasar dan ketahanan fisik.
- Melatih kemampuan fleksibilitas kaki.
- Meningkatkan solidaritas dengan teman.
CONGKLAK
Atau dengan nama lain dhakon merupakan permainan untuk 2 orang. Pada intinya permainan adalah mengisi setiap lubang pada papan congklak dengan biji-bijian satu persatu, tanpa boleh terlewat atau ada yang terisi lebih dari satu. Dilakukan saecara bergiliran sampai semua biji-bijian yang ada habis. Pemenang permainan congklak adalah pemilik biji-bijian terbanyak pada akhir permainan.
Manfaat :
- Melatih kemampuan manipulasi motorik halus.
- Melatih konsentrasi.
- Mendidik sifat sportifitas anak
- Melatih kemampuan mengatur strategi.
- Sarana belajar berhitung.
- Melatih koordinasi 2 sisi tubuh.
BEKEL
Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan.
Manfaat :
- Melatih koordinasi visual-motor.
- Melatih meningkatkan konsentrasi.
- Meningkatkan kemampuan kontrol gerakan jari-jari dan tangan.
- Kemampuan mempertahankan posisi tubuh.
(PT. Nestlé Indonesia bekerja sama dengan majalan Anakku)
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
Permainan buat si kecil
Usia 0-3 Bulan
Stimulasi dengan bola-bola kecil aneka warna
* Gerakkan bola-bola tersebut ke arah kiri-kanan, hingga merangsang
perhatiannya dan membuatnya tersenyum.
* Biarkan si kecil mencoba mengenali bentuk bola itu dengan
menyentuhnya. Eksplorasi ini akan membantu merangsang kemampuan
motoriknya.
* Manfaat:
Merangsang kemampuan indra penglihatan. Dengan latihan yang terus-
menerus, kedua matanya akan berfungsi optimal. Si kecil akan mampu
melihat objek yang dilihat dengan jelas dan bisa terfokus ketika
menatap benda dari jarak yang berlainan.
Stimulasi dengan mainan/boneka/gambar menarik
* Bentangkan tali di antara dua sisi kiri dan kanan tempat tidurnya.
Gantungkan mainan/boneka/gambar menarik dengan posisi persis di atas
wajah si bayi. Pastikan talinya terikat erat dalam posisi tegang agar
tak jatuh ke wajah bayi.
* Pilihlah bentuk binatang yang lucu, seperti itik, gajah, atau sapi.
Usahakan warna setiap boneka berlainan agar si mungil mulai belajar
mengenal warna.
* Gerak-gerakkan gantungan itu untuk menarik perhatian si kecil.
* Jelaskan satu per satu nama-nama binatang/gambar tersebut.
* Manfaat:
Bayi akan belajar mengetahui perbedaan masing-masing bentuk mainan
yang digantung. Untuk tahap berikutnya, tangan si kecil akan
menggapai-gapai mainan yang digantung itu, sehingga kemampuan
motoriknya terasah.
Stimulasi dengan balon
* Balon bisa dijadikan mainan pilihan agar bayi tak merasa bosan.
* Usahakan bentuk balon tak hanya bulat/lonjong, tapi juga panjang
atau menyerupai bunga matahari. Warna balon pun sebaiknya warna-warni
untuk mengasah kemampuan indra penglihatannya.
* Sesekali lepaskan tali balon dan biarkan si kecil memperhatikan
pergerakan balon tersebut saat melayang perlahan. Pemandangan ini
akan membuatnya terkagum-kagum, sementara rasa ingin tahunya akan
bertambah.
* Manfaat:
Belajar memfokuskan indra penglihatan, selain membina hubungan yang
lebih erat antara bayi dengan orang tuanya.
Stimulasi dengan kerincingan
* Berikan si kecil mainan berupa kerincingan.
* Rangsang rasa penasaran si kecil dengan menggerakkan kerincingan
dan biarkan dia berusaha menggapai dan memegangnya.
* Manfaat:
Awalnya ditujukan untuk menstimulasi kemampuan indra pendengaran.
Setelah menangkap dari mana arah suara itu berasal, otomatis indra
penglihatan dan kemampuan refleksnya diuji.
Usia 3-6 Bulan
Stimulasi dengan cermin
* Bayi pun ingin mengetahui seperti apa, sih, wajahnya. Tunjukkan
padanya cermin dan biarkan ia mengagumi wajah yang terpantul di situ.
* Mintalah kakaknya memangku si kecil, kemudian biarkan si kecil
mengamati wajahnya sendiri dan wajah kakaknya di cermin.
* Jangan lupa tunjuk wajah yang terlihat di cermin sambil menyebut
namanya dan kakaknya.
* Manfaat:
Bayi belajar mengidentifikasikan diri sendiri yang tengah tersenyum
atau tertawa yang membuat kemampuan sosialnya terasah.
Stimulasi dengan selimut
* Posisikan bayi di atas selimut. Ayah memegang kedua ujung yang satu
sementara kedua ujung lainnya dipegang ibu.
* Ayunkan selimut perlahan ke kiri dan kanan supaya bayi
merasa “diombang-ambing”. Pastikan semua ujung selimut terpegang erat
agar bayi tak jatuh.
* Gulung selimut menyerupai sebuah bantalan kemudian telungkupkan
bayi di atasnya. Pegangi si kecil dan biarkan ia mengetahui bagaimana
rasanya “menggelinding”.
* Manfaat:
Melatih kekuatan/stamina tubuh sebagai elemen dasar untuk melakukan
berbagai aktivitas fisik di kemudian hari.
Stimulasi dengan bahan berisik
* Bungkus piring plastik dengan plastik kresek.
* Tempelkan piring itu ke telapak kaki bayi. Biarkan dia merasakan
sentuhan benda tersebut pada kakinya
* Seiring dengan pijakan kakinya, ia juga akan mendengar suara kresek-
kresek yang membangkitkan rasa ingin tahunya.
* Manfaat:
Mengasah sensitivitas telapak kaki sebagai modalnya kelak untuk
belajar berjalan.
Usia 6-9 Bulan
Stimulasi dengan mainan yang bisa berputar
* Dalam posisi duduk di pangkuan ibu/bapak, tunjukkan mainan berupa
kincir dari kertas.
* Tiuplah baling-balingnya agar berputar. Sesekali, hentikan
tiupannya dan perhatikan bagaimana reaksi si kecil.
* Manfaat:
Melatih respons mata ketika melihat benda berputar dan menumbuhkan
rasa ingin tahu dengan cara mencoba meraih mainan tersebut.
Stimulasi dengan mainan peralatan dapur
* Rangsanglah rasa ingin tahu bayi dengan mainan berbentuk peralatan
dapur, seperti sendok dan piring kaleng/plastik. Tapi jangan berikan
mainan yang bisa menimbulkan bahaya seperti bentuk garpu atau pisau.
* Biarkan ia menyentuh dan memainkannya sambil kita jelaskan satu per
satu fungsi alat dapur itu.
* Manfaat:
Selain mengenal perbendaharaan alat dapur, juga melatih kemampuan
motorik ketika dia mencoba memegang dan mencengkeram mainan itu.
Stimulasi dengan buku cerita
* Sembari duduk di pangkuan, tunjukkan pada si kecil buku cerita yang
bergambar.
* Ceritakan kisah dalam buku itu dengan suara dan intonasi yang enak.
Rangsang ketertarikan bayi dengan materi cerita yang beragam agar tak
bosan.
* Manfaat:
Memperkaya kosakata sehingga kemampuan lisannya akan lebih terasah.
Stimulasi dengan gelembung sabun
* Permainan berupa gelembung sabun sangat menarik. Amati reaksi
gembira yang diluapkannya.
* Hanya saja pastikan tak ada gelembung yang menghampiri wajah si
kecil. Bila pecah tepat di dekat matanya dikhawatirkan bisa
menimbulkan perih.
* Manfaat:
Melatih gerak refleks mata, tangan, dan gerakan badan ketika meraih
gelembung itu. Selain itu, mempererat hubungan anak dengan ibu/bapak.
Stimulasi dengan foto
* Ambil album foto keluarga. Posisikan bayi untuk duduk di pangkuan
lalu tunjukkan satu per satu foto dalam album itu.
* Saat menunjukkan foto-foto tadi jangan lupa sebutkan nama sosok
yang ditunjuk. Semisal, “Yang ini mama, ini papa dan yang itu kakek
sama nenek.”
* Manfaat:
Mengenalkan silsilah dan merangsang rasa ingin tahunya lebih jauh
lagi.
Stimulasi dengan mainan yang dibungkus
* Bungkuslah mainan-mainan si kecil menyerupai kado.
* Biarkan si kecil berusaha membuka bungkusan tersebut satu-persatu.
Lihatlah reaksinya ketika membuka bungkusan berisi bola, boneka,
binatang dan miniatur alat-alat dapur.
* Manfaat:
Melatih kekuatan jari-jemari dan menumbuhkan rasa penasaran, serta
minat mengeksplorasi.
Stimulasi dengan wadah plastik
* Berikan si kecil botol-botol plastik bertutup yang sudah diisi
ragam kacang, seperti kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah,
atau makaroni dan sejenisnya.
* Amati reaksi/keheranannya saat menggoyang-goyangkan botol-botol
tersebut. Ia sedang menyimak suara yang ditimbulkan benda di dalamnya.
* Di lain kesempatan beri wadah yang agak besar dan isilah dengan
mainannya. Libatkan si kecil untuk memasukkan mainannya sekaligus
mengeluarkannya.
* Manfaat:
Belajar memfokuskan perhatian dan mengolah daya pikirnya. Si kecil
pun melatih diri untuk jadi orang yang aktif.
Stimulasi dengan senter
* Ambillah senter. Tempatkan mainan-mainan/boneka sekitar setengah
meter di depan posisi duduk di kecil.
* Sorotlah mainan-mainan si kecil satu per satu. Lihat ketertarikan
si kecil ketika mengamati sinar yang menerpa mainannya.
* Manfaat:
Belajar mengenal cahaya yang terfokus juga merangsang daya
penglihatan terhadap objek yang disorot senter itu.
Stimulasi dengan gasing
* Posisikan si kecil duduk di pangkuan. Mintalah orang lain
memutarkan mainan gasing persis di depannya.
* Amati luapan kegembiraan akibat rasa takjub menyaksikan mainan yang
bisa berputar sedemikian rupa.
* Manfaat:
Si kecil belajar berpikir logis mengenai sebab-akibat. Rasa ingin
tahu pun makin terasah.
Usia 9-12 Bulan
Stimulasi dengan puzzle
* Berilah si kecil puzzle sederhana dengan gambar-gambar yang
menarik/lucu.
* Biarkan si kecil berusaha menyusun puzzle-nya, hingga rasa ingin
tahunya terpenuhi.
* Manfaat:
Merangsang konsep berpikir anak dan menstimulasi motivasi dirinya
untuk bisa menyelesaikan sesuatu.
Stimulasi dengan mainan mobil-mobilan * Dudukkan si kecil di atas
mainan berbentuk mobil.
* Doronglah perlahan-lahan mobil itu maju, mundur, dan belok ke kiri
atau kanan.
* Biarkan si kecil yang memegang kemudi biar ia merasakan kebanggaan
tersendiri.
* Manfaat:
Mengasah keterampilan dan melatih keseimbangan tubuh.
Stimulasi dengan tumbuhan-tumbuhan
* Ajaklah si kecil ke halaman rumah, ke kebun atau paling tidak
ajaklah ia mendekati pot bunga.
* Kenalkan nama tumbuhan, tekstur daun, warnanya dan buahnya.
* Di lain waktu kenalkan ia pada jenis tumbuhan lain.
* Manfaat:
Belajar mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Stimulasi dengan mainan yang ditumpuk-tumpuk
* Beri benda-benda dengan aneka bentuk dan ukuran.
* Rangsang si kecil untuk belajar menumpukkan benda-benda tersebut
mulai yang berukuran besar sampai yang paling kecil.
* Manfaat:
Melatih kemampuan motorik dan mengolah daya pikir serta
kreativitasnya.
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
Permainan apa saja sih yang baik untuk anak-anak? (dibawah 5 tahun)
Hal ini mengganjal pikiran saya akhir-akhir ini, terus bertjokol di benak saya karena sejauh ini, saya sering bertemu anak-anak yang bermain dengan mainan, entah itu games dan apalah itu, yang IMHO, ndak mendidik, ndak ngislami dan (maaf-maaf saja) sekedar trik orang tua supaya anak sibuk sendiri, sedemikian rupa sehingga orang tuanya bisa bekerja dan beraktivitas.
Ini serius lho ya, saya amati, terutama bagi yang berdomisili di luar negeri, jenis permainan ini sangat terbatas. Outdoor jelas susah, cuma bisa pas summer, butuh terman dan tempat bermain (misalnya sport). Jenis permainan standard itu kan ‘PC games’. Mulai dari anak dari tokoh masyrakat, alim ulama sampai anak orang biasa kayak kita-kita ini; permainannya berputar di media elektronik : games/videos di komputer dan TV.
Dari hasil nge-browse, saya menemukan penelitian Profesor R.K. Sawyer (WUStL). Katanya Prof. Sawyer, untuk anak dibawah 6 tahun. Permainannya harus konstruktif, dimana anak dibiarkan aktif berkreasi mengakumulasi pengetahuan selama bermain. Batasannya: aman dan sesuai umur. Point ini mudah dipahami.
Katanya lagi, permainan yang baik adalah permainan yang ‘tidak saklek’ atau bahasa dia, low realism. Maksudnya: Anak yang sudah pernah nonton Kura-kura Ninja akan mudah memainkan mainan berbentuk Leonardo atau Donnatello. Akibatnya anak menjadi tidak kreatif. Beda kalau mainannya belum pernah diliat diTV, dia akan lebih bebas untuk berimajinasi dan berimprovisasi.
Catatan menarik lain dari Sawyer adalah tentang kehadiran orang tua selama si anak bermain. Katanya, bukanlah mainan itu yang memacu proses belajar anak, tapi interaksi anak dengan orang tua, selama memainkan mainan, menjadi bagian terpenting. Padahal, beberapa hari yang lalu, saya baru saja diberi tahu tips mendidik dari seorang pensiunan pendidik, katanya: “penuhi saja ruangannya dengan mainan, lalu biarkan ia main sendiri”.
Hmmm, ini catatan yang penting dari Sawyer, kalau memang anak mesti selalu ditemani saat bermain.
Catatan lain yang menarik dari Sawyer adalah tentang video games. Jika dibandingkan menonton TV, video games masih lebih bisa dijadikan pilihan lah. Tapi bermain bersama dengan anak lainnya lebih diutamakan ketimbang main video games. Alasannya lagi-lagi; kreativitas yang terbatas yang ditawarkan video games. Tidak seperti main bersama yang penuh imaginasi dan banyak ruang untuk mengembangkan kreativitas.
Berhubung saya newbie (pemula) dalam dunia parenting. Segala masukan dari bapak-ibu yang sudah pengalaman akan sangat bermanfaat bagi kami
Sumber bacaan a.l.: Web Prof Keith Sawyer
Diarsipkan di bawah: MAINAN ANAK
Mainan Anak
Definisi
Mainan (toy) merupakan suatu obyek untuk dimainkan (play). Bermain (play) sendiri dapat diartikan sebagai interaksi dengan orang, hewan, atau barang (mainan) dalam konteks pembelajaran (learning) atau rekreasi.
Mainan (toy) dan bermain (play) merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mengenal dunia dan tumbuh dewasa. Seorang anak menggunakan mainan untuk menemukan identitas, membantu tubuh menjadi kuat, mempejalari sebab dan akibat, mengembangkan hubungan, dan mempraktekkan kemampuan mereka. Mainan lebih dari sekedar bersenang-senang, karena mainan dapat digunakan untuk mempengaruhi aspek kehidupan.
Peran Mainan dalam Perkembangan Anak
Mainan memberikan hiburan sembari juga memberikan peran mendidik. Mainan mengembangkan perilaku kognitif dan merangsang kreativitas. Mainan juga mengembangkan kemampuan fisik dan mental yang pastinya diperlukan di kemudian hari oleh anak.
Mainan untuk bayi biasanya menggunakan suara, warna cerah, dan tekstur yang unik. Melalui bermain dengan mainan, bayi mulai mengenali bentuk dan warna. Mainan edukasi (educational toys) untuk anak biasanya mengandung puzzle, teknik pemecahan masalah, atau persamaan matematika.
Yang perlu diingat adalah tidak semua mainan sesuai untuk semua umur anak. Beberapa mainan dikhususkan untuk anak dengan rentang umur tertentu, yang tidak memberikan hasil baik atau bahkan bisa merusak perkembangan anak pada rentang umur yang berbeda.
Mainan dan Jenis Kelamin
Mainan tertentu, seperti barbie dan tentara, seringkali dianggap lebih sesuai untuk satu jenis kelamin tertentu. Kebanyakan orang percaya bahwa jenis kelamin dan pilihan jenis mainan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Bermain dengan mainan yang bukan untuk jenis kelaminnya seringkali mendapatkan pandangan yang negatif dari orangtua atau anak yang lain. Pada jaman ini, apabila seorang anak perempuan bermain dengan mainan untuk anak laki-laki lebih bisa diterima oleh lingkungan dibandingkan apabila seorang anak laki-laki bermain dengan boneka.
Tipe Mainan
Mainan rakitan (construction toys)
Mainan rakitan merupakan kumpulan potongan-potongan yang terpisah, yang dapat digabungkan kembali menjadi beberapa model. Model-model yang populer seperti mobil, pesawat angkasa, dan rumah. Mainan rakitan yang paling umum adalah blok-blok kayu sederhana berwarna-warni.
Mainan rakitan ini sesuai untuk anak (dan juga orang dewasa) yang suka bekerja dengan tangan, suka memecahkan puzzle, dan suka berimajinasi.
Boneka, hewan, dan miniature (dolls, animals, and miniatures)
Boneka merupakan model dari manusia, atau yang menyerupai manusia (contohnya Bert), atau hewan. Seringkali boneka dimaksudkan untuk dekorasi atau koleksi untuk anak yang sudah besar atau orang dewasa, namun kebanyakan boneka ditujukan sebagai mainan untuk anak-anak, terutama anak perempuan.
Miniatur kendaraan (toy vehicles)
Anak-anak telah bermain dengan miniatur kendaraan sejak jaman kuno, dengan miniature kendaraan roda dua. Jaman sekarang mainan kendaraan telah berkembang, mencakup mainan miniatur mobil, pesawat terbang, kapal laut, dan kereta.
Puzzle
Suatu puzzle merupakan suatu masalah atau misteri yang dipecahkan dengan kepandaian dan kreativitas. Solusi untuk puzzle mungkin membutuhkan pola yang sudah ada dan menciptakan aturan khusus. Puzzle berdasar pada proses penyelidikan dan penemuan untuk menyelesaikannya, yang mungkin dapat dipecahkan lebih cepat oleh mereka yang mempunyai kemampuan deduktif yang bagus. Sejarah puzzle ini telah melampaui ribuan tahun.
Ada berbagai tipe puzzle, seperti maze, yang merupakan tipe puzzle tour. Kategori lain meliputi puzzle konstruksi, puzzle batang (stick), puzzle lantai, puzzle angka, puzzle transport, puzzle gambar, puzzle logika, puzzle mekanik dan lain-lain.
Mainan yang melibatkan aktivitas fisik
Banyak mainan melibatkan bermain secara aktif. Ini termasuk mainan seperti bola, hulahop, yo-yo, dan lain-lain. Bermain dengan mainan ini membuat anak berlatih fisik, membentuk tulang dan otot yang kuat. Melempar dan menangkap bola dapat mengembangkan kemampuan koordinasi tangan-mata anak.
Mainan koleksi (collectable toys)
Beberapa mainan, seperti Barbie, menimbulkan antusiasme yang besar, sehingga menjadi mainan untuk dikoleksi. Oleh karena itu, beberapa mainan memang dipasarkan untuk orang dewasa sebagai koleksi. Beberapa orang membelanjakan sejumlah besar uang untuk bisa mendapatkan koleksi yang lengkap.
Aturan Keamanan
Banyak negara mempunyai standar keamanan untuk tipe-tipe mainan anak yang bisa dijual. Kebanyakan membatasi bahaya potensial yang bisa ditimbulkan, seperti mudah terbakar atau bisa membuat tercekik. Anak-anak sering mempunyai kebiasaan memasukkan mainan ke dalam mulut mereka, sehingga bahan mainan yang digunakan harus bebas racun. Bahan mainan juga tidak boleh mudah terbakar.
Anak-anak belum bisa membedakan mana mainan yang aman dan mana yang berbahaya, dan orang tua tidak selalu bisa memikirkan segala kemungkinan yang bisa muncul, sehingga aturan dan peringatan sangatlah penting dalam mainan anak.
sumber: wikipedia
